DEW Direktori Indonesia

Mengulas Pendidikan dan Teknologi

Hakikat Kegunaan Ilmu dan Teknologi

Pengertian Aksiologi 

Aksiologi adalah salah satu cabang filsafat selain ontologi dan episttemologi. Berikut beberapa definisi mengenai aksiologi.

Dalam kamus besar Bahasa Indoensia (1995:19), aksiologia adalah “kegunaan ilmu penegtahuan bagi kehidupa manusia; kajian tentang nilai — nilai khususnya etika”.

Menurut suriasiumantri (2005; 234), ” aksiologi diartikan sebagai teori nilai yang berkaitan dengan ke gunaan dari pengetahuan yang diperoleh.

Menurut sumarna (2008: 59), aksiologi adalah “cabang filsafat yang membicarakan tentang orientasi atau nilai suatu kehidupan”

Menurut waini rasidin (dalam Ali (Eds. )2007 :10), aksiologi atau teori nilia / Norma diartikan sebagai ” teori Nilai/ Norma, ialah argumen tentang dunia makna yang diciptakan manusia secara manusiawi.

Menurut Kattsof (2004: 319), ” Aksologi ialah ilmu penegtahuan yang menyelidiki hakekat nilai, yang umumnya ditinjau dari sudut pandang kefilsafatan.”

Hakekat Aksilogi 

Herman Soewardi (2001: 3-4)” Dengan tuntunan Alloh ( Wahyu) niscaya akan ditemukan premis — premis yang membawa ke KORIDOR- KORIDOR yang baik, yang secara sekuensial tidak menimbulkan kerusakan — kusakan di bumi. Inilah “naqliah” memandu” aqliah. 

Pendapat diatas didukung pula oleh Sumadjo (2000: 147) bahwa “lembaga keagamaan memandang nilai kebenaran yang absolut berdasarkan iman serta bersifat transenden”. Karena manusia tidak dibekali kewenangan untuk menetukan kebenaran sendiri, maka Alloh melalui ajaran agama meanugerahkan kebenaran secara mutlak.

Sumardjo (2000: 135) memandang nilai sebagai berikut “Nilai adalah sesautu yang selalu bersifat subjektif, tergantung pada manusia yang menilainya”.

Dari uraian diatas, dapat disimpulakn bahwa kita belum menemukan hubungan antara nilai dengan ilmu secara langsung dan konkrit. Hal ini karena perbedaan dimensi antara ilmu dan nila,yang bersifat duniawi dan ruhani. Jawabanya terletak pada manusia itu sendiri. Kedua aspek tersebut — duniawi dan ruh- bertemu pada satu titik yang sama, yaitu manusia.

Nilai kegunaan Ilmu dan Teknologi 

Nilai kegunaan ilmu dan teknologi dalam aksologi ditentukan berdasarkan faktor etika dan estetika. Nilai tersebut dapat bersifat seseorang dalam menilai ilmu dan teknologi. Hal ini sesuai dengan pendapat Sumarna (2008: 205) ” Subyek menjadi penentu dalam memberikan penilaian”. Jika kesadaran Manusia ikut telibat dalam kegiatan menilai, dapat dikatakan, bahwa penilaian tersebut ikut terlibat dalam kegiatan menilai, dapat diakatakan bahwa penilaian  tersebut bersifat subyektif.

Setiap disiplin ilmu memiliki nilai kegunaan masing- masing. Meskipun demikian, tidak menutupkemungkinan satu disiplin ilmu memiliki nilai kegunaan bagi disiplin ilmu lainnya. Setidaknya, nilai kegunaan ilmu tersebut dapat digunaka untuk penerapan praktis maupun untuk pengembangan ilmu itu sendiri, atau pengembangan antar disiplin ilmu (inter-didipliner).

Fungsi ilmu bagi Kemassahatan Manusia 

Hubungan ilmu dan Filsafat 

Kaitan antara ilmu dengan filsafat, jika meminjam perumpamaan yang diungkapakan oleh Durrent Suriasumatri (2005:22) sebgaai berikut :

“Filsafat meminjam pemikiran Will Durrant, dapat diibaratkan pasukan marinir yang merebut pantai untuk pendartan pasukan infanter. Pasukan infanteri ini adalah sebagai penegtahuan yang diantaranya adalah ilmu.. setelah penyererahan dikakukan maka filsafat pun pergi . dia kembali menjelajah laut lepas; berspekulasi dan meneratas”.

Dari permpamaan ini, filsafat memiliki hubungan erat dengan ilmu dalam bentuk saling melengkapi. Filsafat bertugas untuk mencari dasar objek kajian serta merumuskan kesimpulan- kesimpulan secara spekulaif, sedangkan ilmu bertugas untuk memperdalam obyek kajian tersebut. Oleh karena itu, fildafat memiliki hubungan dengan ilmu seperti “filsafat melahirkan ilmu”

Filsafat juga berperan untuk memberikan bukti kebenaran suatu ilmu. Sebagiamanad dikutip dari Halim (1983: 61) yang berbunyi sebagai berikut ” …..hanya filsafatlah satu — satunya ” senjata ilmia” yang dapat digunakan dan diandalkan oleh para ilmuwan untuk setiap saat membuktikan kebenaran yang menjadi dasar bagi segala ilmu pengetahuan ┬ádan terkecuali apa pun ilmu tersebut…”

oleh Iip Syarip Hidayat via Kompasiana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *