DEW Direktori Indonesia

Mengulas Pendidikan dan Teknologi

Inovasi Media Pembelajaran Kreatif untuk Pembelajaran Jarak Jauh

Pandemi covid-19 yang menjadi momok masalah di berbagai penjuru dunia, membuat banyaknya aktivitas manusia yang harus dibatasi, agar tidak menyebabkan persebaran virus yang semakin luas.

Indonesia menjadi salah satu negara yang merasakan dampak pandemi covid-19 di berbagai bidang kehidupan, salah satunya adalah di bidang pendidikan. Di masa pandemi ini kegiatan belajar mengajar mengalami perubahan sistem, dari yang awalnya pembelajaran tatap muka, menjadi pembelajaran tatap maya, atau pembelajaran daring.

Pembelajaran daring memiliki berbagai tantangan, terlebih ini adalah sistem baru yang di alami oleh masyarakat Indonesia sehingga banyak kendala yang dialami masyarakat khususnya para pelajar dalam mengahadapi pembelajaran daring ini.

Selain terbatasnya jumlah kuota internet yang dimiliki oleh pelajar yang biasanya dijadikan sebagai alasan utama dalam kendala pembelajaran daring, ada masalah lain yang cukup sering dirasakan oleh para pelajar di Indonesia yaitu pembelajaran yang membosankan.

Saat pembelajaran daring dilakukan, para pelajar diharuskan untum menatap layar komputer atau gawai mereka selama waktu pembelajaran berlangsung, apalagi ketika pembelajaran dilakukan dengan menggunakan aplikasi tatap maya seperti zoom meeting. Tentunya hal tersebut akan membuat para siswa menjadi bosan, atau tak jarang juga membuat mereka menjadi pusing. 

Hal lain yang membuat pembelajaran tersebut menjadi membosankan adalah karena setiap kali pembelajaran dilakukan, selama zoom meeting dilakukan siswa hanyalah mendengarkan pembahasan dari guru saja, tanpa dilibatkan secara langsung didalam pembelajaran. Atau hal lain adalah karena media pembelajaran yang digunakan tidak menarik bagi siswa, sehingga siswa menjadi cepat bosan.

Seperti yang kita ketahui bahwa banyaj penelitian yang menyebutkan bahwasannya bahkan dalam pembelajaran tatap langsung saja, konsentrasi seseorang itu bisa di uji selama 15 menit ketika pembelajran mulai dilakukan, tetapi hal itu tidak berlaku dalam pembelajran daring. Karena didalam pembelajaran daring, kadang siswa hanya ikut serta dalam pembelajran daring untuk sebatas absensi saja.

Penggunaan media pembelajran yang monoton akan memperbesar kesempatan konsentrasi siswa teralihkan pada hal yang lain saat pembelajaran berlangsung. Maka dari itu solusi yang tepat agar pembelajaran daring bisa berjalan efektif dan interaktif adalah dengan membuat dan menggunakan media kreatif saat pembelajaran dilakukan.

Media kreatif yang bisa digunakan adalah dengan membuat powerpoint kombinasi. Penggunaan slide PowerPoint memang sudah tidak asing lagi dalam proses belajar mengajar, PowerPoint kombinasi yang bisa dibuat oleh guru untuk memikat minat peserta didik adalah dengan menambahkan video serta gambar penunjang yang berhubungan dengan materi pembelajaran pada slide PowerPoint.

Penayangan gambar atau video saat pembelajaran berlangsung memiliki manfaat untuk memperoleh fokus siswa agar memerhatikan apa yang sedang guru sampaikan terlebih lagi penambahan gambar dan video yang berkaitan dengan materi pembelajaran juga akan mempermudah siswa untuk lebih paham terkait apa yang diajarkan.

Selain penambahan gambar atau video pada slide PowerPoint, pemilihan template PowerPoint juga dapat memengaruhi minat peserta didik, maka pilihlah template PowerPoint yang menarik, seperti dengan penggunaan design template yang aestetic.

Dan tambahan lain pada media PowerPoint yang dibuat untuk menambah daya minat peserta didik adalah dengan menyisipkan kuis sederhana pada template PowerPoint, penggunaan kuis sangat efektif untuk memikat konsentrasi peserta didik, kuis yang dapat di tambahkan pada slide PowerPoint point seperti tebak gambar ataupun kuis this or that yang memang sedang menjadi trending baru-baru ini khususnya pada kalangan melenial.

Saat pembelajan daring juga, evaluasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru, bisa dikemas menjadi lebih menarik, misalnya soal evaluasi atau ulangan harian yang akan dievaluasikan dikemas dalam bentuk kuis melalui website kahoot, quiziz ataupun XWords.

oleh Agustian Fareri via Kompasiana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *