DEW Direktori Indonesia

Mengulas Pendidikan dan Teknologi

Penggunaan Aplikasi Praktikum Digital Dalam Pembelajaran Fisika

Di era digital ini, segala aspek  bidang dituntut untuk bekerja lebih praktis lagi. Tak lain dengan bidang pendidikan. Sekarang, kita bisa belajar kapanpun dan dimanapun. Dengan melihat zaman sudah semakin maju, maka kita tidak perlu lagi bersusah payah mencari informasi apapun. Dengan kita mencari informasi di kolom pencarian dengan menyambungkan koneksi internet pun kita sudah mendapatkan informasi tersebut. Namun bagaimana dengan bidang pendidikan khususnya dalam pembelajaran fisika?

Tidak ada yang tidak mungkin. Sekarang banyak sekali orang yang membuat aplikasi pada dunia pendidikan. Salah satunya adalah aplikasi praktikum digital atau sering disebut dengan Laboratorium virtual. Dengan adanya aplikasi praktikum digital, siswa yang biasanya kesulitan dalam melakukan sebuah percobaan dikarenakan alat yang dimiliki oleh sekolah sudah rusak, kurang memadai, bergantian dengan teman, atau justru tidak memiliki alat tersebut, maka tiap individu dapat mencoba dan mempraktikannya sendiri kapanpun dan dimanapun menggunakan aplikasi praktikum digital tersebut. Sehingga siswa dapat mempraktikannya sendiri tanpa harus pergi ke laboratorium dan harus bergantian dengan teman lainnya yang terkadang justru ketika teman yang mendapat kloter pertama terlalu asik sehingga lupa bahwa masih ada kloter lain yang harus praktikum juga. Hal-hal yang seperti ini dapat diminimalisasi dengan adanya aplikasi praktikum digital.

Studi lain menunjukkan bahwa dengan adanya aplikasi praktikum digital ini juga dapat meningkatkan pemahaman siswa. Karena siswa dapat belajar sendiri-sendiri dimanapun dan kapanpun. Di dalam plikasi tentunya tidak hanya alat-alatnya saja yang ditampilkan. Tentunya ada panduannya yang dapat dibaca oleh siswa dan dipraktikkan sendiri oleh siswa. Selain itu, aplikasi praktikum digital ini dapat menjawab tantangan era digital ini. Mengapa? Melihat zaman yang sudah semakin maju dan saat ini dunia sedang dilanda pandemik yaitu COVID-19, maka dari berbagai aspek tentunya terkena dampaknya. Seluruh umat diharuskan untuk bekerja dan belajar dari rumah. dampak yang paling berpengaruh tentunya adalah dunia pendidikan, dimana seharusnya siswa belajar secara konvensional dengan guru kini dituntut untuk belajar dari rumah. tentunya situasi yang seperti ini akan menjadi sulit untuk dijadikan sebagai kebiasaan seorang siswa. Namun dengan adanya aplikasi praktikum digital, guru dan siswa tidak perlu bertatap muka. Siswa bisa belajar sendiri di rumah dan mempraktikannya sendiri di rumah sesuai panduan yang sudah disediakan.

 Aplikasi yang kami sarankan sebagai media pembelajaran fisika adalah salah satunya aplikasi milik pemerintah yang dibuat oleh kemendikbud yaitu Rumah Belajar yang bisa diunduh melaluui Playstore atau jika tidak ingin mengunduh karena memori tidak cukup, bisa langsung cari saja di kolom pencarian internet “Rumah Belajar”. Maka akan muncul web Rumah Belajar. Pada aplikasi ini banyak sekali tools-tools seputar pendidikan. Tools yang disajikan yaitu sumber belajar, laboratorium maya, bank soal, kelas digital,buku sekolah elektronik, pengembangan keprofesian berkelanjutan, peta budaya, serta wahana jelajah angkasa. Tentunya jika kita ingin pergi ke sebuah laboratoriom digital, maka kita tinngal klik saja laboratorium maya. Disitu sudah disediakan berbagai percobaan sesuai materi yang kita tuju. Percobaan berisi pengantar materi besertaa panduannya. Sehingga siswa tidak kesulitan jika diharuskan untuk mempelajarinya secara mandiri. Namun kekurangan dari aplikasi ini ada beberapa yang diberi pengantar materi sehingga sebelum melakukan praktikum siswa dapat membaca materi beserta panduannya, pun ada beberapa yang tidak diberikan materi pada percobaannya. Sehingga siswa akan bingung bagaimana menjalankan aplikasinya, apa nama alat yang sedang diuji-cobakan, dan apa fungsinya. Tentu hal ini terlu diberi perhatian khusus supaya tidak terjadi miskonsepsi.

Berikut contoh salah satu praktikum di laboratorium maya pada percobaan Newton :

Gambar sebelum balok dikenai gaya maka nilainya nol.

Gambar setelah balok dikenai gaya yaitu seorang anak mendorong balok ke arah kiri. Maka gaya memiliki nilai dan nilai tersebut negatif karena seorang anak bergerak ke kiri.

Secanggih apapun aplikasinya, pastinya tidak dapat menggantikan peran guru dan alat-alat laboratorium mengingat siswa sudah bisa belajar sendiri di rumah. karena aplikasi praktikum digital ini hanya visual saja dan hanya membantu kita dalam memahami sebuah materi.tentunya kepuasan praktikum secara langsung dengan virtual pastinya berbeda. Akan lebih puas dan lebih menyenangkan jika langsung terjun ke laboratorium. Selain itu, bukan berarti siswa dibiarkan saja oleh guru dengan belajar sendiri di rumah tanpa bimbingan. Tentunya guru juga perlu mengawasi untuk menghindari miskonsepsi. Jika siswa dibiarkan saja, maka persepsi siswa terhadap materi yang sedang dipelajari bisa saja salah. Untuk itu, secanggih apapun aplikasinya, tentu peran guru dan alat laboratorium tidak dapat lepas dari dunia pendidikan. Peran mereka akan sangat berarti sampai kapanpun.

Sumber :

http://journal-litbang-rekarta.co.id/index.php/jartika/article/download/288/235/

https://jurnal.uns.ac.id/prosidingsnfa/article/download/35915/24946

https://jendela.kemdikbud.go.id/v2/fokus/detail/laboratorium-maya-praktikum-efektif-dan-menyenangkan

Rumah Belajar – aplikasi

Penulis: Widya Puspita Ningrum

dipublikasikan pada 5 Maret 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *