DEW Direktori Indonesia

Mengulas Pendidikan dan Teknologi

Penggunaan Game dalam Pembelajaran Fisika

Salah satu mata pelajaran yang kurang disukai oleh sebagian siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah Fisika. Metode penyampaian materi ajar yang kurang atraktif menjadi salah satu faktor rendahnya minat belajar siswa sehingga mereka cenderung menganggap bahwa mata pelajaran ini sulit. Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan ini adalah menciptakan media pembelajaran interaktif dan menyenangkan melalui sebuah game komputer. Melalui sebuah game komputer, siswa dapat secara aktif melakukan eksplorasi materi, dan semakin tertantangolehgame yang dimainkan. Artikel ini membahas konsep pembelajaran Fisika untuk siswa SMPmelalui game berbasis web. Gameyang diusulkan memiliki rancangan konten edukasi dengan materi utama Gerak dan Gravitasi.Siswa yang bertindak sebagai pemain dapat belajar mengenai materi tersebut.Proses transfer pengetahuan dilakukan dengan cara menyelesaikan tantangan yang terdapat di dalamgame. Dengan demikian, materi tersebut dapat dipahami siswa dengan mudahgame.

Mata pelajaran Fisika merupakan bagian kesatuan dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang diajarkan pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Mata pelajaran ini membahas fenomena alam dan sekitarnya secara empiris, sistematis, dan logis. Selain itu, dipelajari juga konsep, teori, prinsip, dan hukum-hukum Fisika, misalnya hukum gerak atau hukum gravitasi. Dengan mengetahui hukum dan kaidah ilmu tersebut, fenomena yang terjadi dapat diukur secara kuantitatif. Akan tetapi, ada pendapat yang mengatakan bahwa motivasi belajar siswa SMP terhadap mata pelajaran IPA khususnya Fisika masih sangat rendah, sehingga menjadikan materi ini dianggap sulit (Hatika, 2016) (Tunde, 2017). Salah satu penyebabnya adalah metode penyampaian materi dan media pembelajaran yang digunakan kurang interaktif dan atraktif. Mempelajari Fisikatidak hanya sekadar menghafalkan rumus-rumus yang ada, tetapi juga perlu memahami teori dan konsepnya. Dengan demikian, ketika dihadapkan dengan materi yang sulit, siswa masih tetap dapat mengikuti dengan baik. Kerumitan rumus tersebut merupakan kombinasi teori-teori dasar yang secara matematis saling terkait. Misalnya saat mempelajari tentang teori gravitasi, akan berkaitan dengan gaya gravitasi, massa, dan percepatan. Adapun penentuan massa bergantung pada gravitasi. Untuk itulah, konsep dasar tersebut perlu dipahami dengan baik. Untuk memperoleh hasil yang maksimal dalam belajar Fisika, diperlukan sebuah metode belajar yang menyenangkan sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah pembelajaran berbasis game (game based learning), yaitu penggunaan game sebagai media pembelajaran, baik di kelas maupun di luar kelas (Tobias, 2014). Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa pembelajaran berbasis game merupakan salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan semangat belajarsiswa. Dalam suatu game, terdapat tantangan yang harus diselesaikan sehingga memunculkan rasa penasaran. Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dengan memanfaatkan game sebagai media pembelajaran antara lain: (1) menciptakan pembelajaran aktif, karena siswa sebagai pemain game dituntut untuk menyelesaikan tugas secara mandiri, (2) memberikan hiburan dan warna yang berbeda daripada hanya sebatas mendengarkan, serta (3) memberikan contoh secara langsung tentang topik yang dipelajari. Berdasarkan latar belakang tersebut, diusulkan model pembelajaran interaktif dan menyenangkan berbasis game. Untuk meningkatkan kemudahan akses dan pemakaian aplikasi game tersebut, gameperlu dirancang agar dapat dimainkan/diaksesmelaluibermacam platform komputer,smartphone, atau gadget. Game yang diusulkan adalah berbasis web browser.

Media pembelajaran merupakan alat yang dapat digunakan untuk membantu suatu proses belajar mengajar. Media tersebut dapat digunakan untuk memudahkan transfer pengetahuan dari guru sebagai pemateri kepada siswa yang menjadi objeknya. Selain oleh metode guru, media pembelajaran juga menjadi faktor kunci kesuksesan belajar siswa. Perkembangan teknologi saat ini memungkinkan terciptanya berbagai jenis media pembelajaran yang meningkatkan pengalaman pembelajaran (learning experiences) siswa, menarik dan interaktif, serta menmabha variasi pengalaman yang diperoleh. Selain media pembelajaran yang ada saat ini, terdapat media lain yang dapat digunakan untuk tujuan pendidikan, yaitu game.Penelitian tentang penggunaan game digital sebagai media pembelajaran di abad 21 ini telah menjadi perhatian para peneliti dan praktisi (Qian, 2016).

Sebuah game memiliki potensi besar untuk digunakan sebagai pendukung serta penambah pengalaman pembelajaran. Pembelajaran berbasis game (game-based learning) dapat memberikan pengalaman berbeda di luar pengajaran kelas tradisional. Terlebih lagi, umpan balik yang secara cepat (instant) diperoleh pemain game saat menyelesaikan tantangan dapat meningkatkan ketertarikan pemain. MenurutLin(2017) yang disarikan dalam artikelnya, sebuah game memiliki beberapa keutamaan atara lain: (1) merangsang motivasi intrinsik, (2) lebih fokus kepada proses dibanding hasil akhir, (3) menciptakan rasa penasaran dan menjadikan pemain lebih aktif, (4) memiliki nilai positif dan menghibur, (6) merupakan aktivitas yang dinamis karena pengalaman yang didapat tidak selalu sama. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa sebuah game itu dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran siswa.

Tidak semua jenis game dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan agar game tersebut dapat memenuhi syarat sebagai media pembelajaran interaktif berupa game edukasi (Ibrahim, 2009), antara lain: (1) memiliki unsur pedagogi, artinya memiliki learning outcome tertentu misalnya berdasarkan taksonomi, Bloom; (2) pemodelan konten harus sesuai dengan topik tertentu secara spesifik sehingga sesuai dengan tujuan pembelajaran; (3) unsur yang tidak kalah pentingnya yaitu game juga harus memiliki kebergunaan dan kepuasan serta kesenangan pemain dalam memainkan game yang secara tidak sadar bahwa sebenarnya mereka sedang belajar.

KONSEP DAN PENGEMBANGAN GAME

Merujuk pada penelitian-penelitian terdahulu terkait pengembangan model pembelajaran berbasis game (Hatika, 2016), (Ibrahim, 2009), (Qian, 2016) dan game berbasis web (Tillman, 2013), konsep model aplikasi game yang diusulkan untuk dikembangkan terlihat pada Gambar 1.

                Gambar 1. Konsep model aplikasi game

Saat aplikasi dijalankan dengan cara mengakses alamat domain tempat menyimpan aplikasi game, game utama akan muncul di bagian paling awal. Menu awal dan tempat menjalankan aksi-aksi game ini biasa disebut sebagai ‘scene’ dalam suatu game. Menu awal berisi pilihan tugas yang akan diselesaikan, yaitu yang berkaitan dengan materi pelajaran Fisika tingkat SMP. Materi ini terbatas pada dua topik bahasan, yaitu Gerak dan Gravitasi. Pada pilihan tugas yang membahas tentang Gerak, siswa yang bertindak sebagai pemain akan menyelesaikan persoalan tentang jenis-jenis gerak, antara lain gerak yang didasarkan pada keadaan benda maupun gerak yang didasarkan pada arah lintasannya. Ada pula bagian yang membahas tentang jenis-jenis Gaya dan percepatan serta teori hukum Fisika yang berkaitan dengan topik tersebut. Siswa dapat memilih jenis soal yang akan dimainkan dalam game tersebut.Waktu pengerjaan masing-masing topik dibatasi. Jika tugas dapat dikerjakan dengan tepat dalam rentang waktu yang tersedia, pemain tersebut dikatakan berhasil menyelesaikan tugas dengan baik. Dengan demikian,pemain dapat melanjutkan ke tugas berikutnya yang dihasilkan secara otomatis oleh sistem. Akan tetapi, jika pemain tidak dapat menyelesaikan tugas dengan tepat, harus mengulang soal semodel dengan isiyang sedikit berbeda. Semakin banyak permainan yang terselesaikan, skor yang didapatkan juga semakin tinggi. Skor yang didapat oleh seluruh pemain akan dapat dilihat oleh semuanya, termasuk guru. Sistem skor akan ditunjukkan seperti tabel sehingga dapat diketahui skor tertinggi dan terendah. Dengan demikian, siswa sebagai pemain game diharapkan dapat berkompetisi untuk meningkatkan kemampuannya guna memperoleh skor yang lebih tinggi dibanding lainnya.

Pengembangan game berbasis web dapat dilakukan dengan teknologi yang sudah mendukung HTML5 ataupun menggunakan bahasa pemrograman yang sudah dikenal sebelumnya, yaitu JavaScript. Perangkat lunak yang memenuhi persyaratan tersebut salah satunya adalah ‘Construct 2’, sebuah platform yang memungkinkan pembuatangame berbasis web dengan vektor dua dimensi (2D). Pengembangan game akan dilakukan berdasarkan learning outcome Taksonomi Bloom yang meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pemetaan learning outcome tersebut terlihat pada Tabel 1.

Berdasarkan pemetaan tersebut, dapat dilihat bahwa game yang akan dirancang ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Konten yang disiapkan disesuaikan dengan materi Fisika SMP, lebih khusus tentang Gerak dan Gravitasi. Sebelum proses pengembangan dimulai, akan dilakukan pengumpulan data melalui studi literatur dari publikasi ilmiah nasional maupun internasional dan wawancara para ahli, baik internal maupun eksternal. Sumber ahli internal diperoleh dari Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan sumber eksternal diperoleh langsung dari sekolah-sekolah mitra FKIP UMS.

Proses pengembangan aplikasi game berbasis web ini dilakukan setelah sumber referensi terkumpul yang selanjutnya digunakan sebagai acuan. Tahap berikutnya adalah uji coba internal, sehingga aplikasi dapat berjalan baik saat diujikan ke SMP. Sasaran ujicoba adalah siswa yang sedang mempelajari materi Gerak dan Gravitasi. Pre-test dilakukan sebelum menggunakan aplikasi, dan post-test dilakukan guna mengetahui dampak sebelum dan sesudah penggunaan aplikasi game. Dengan demikian, akan diperoleh data untuk diolah menjadi sebuah pembahasan yang komprehensif dan memperoleh umpan balik guna pengembangan tahap berikutnya.

SUMBER https://publikasiilmiah.ums.ac.id/bitstream/handle/11617/9603/34.pdf?sequence=1&isAllowed

Penulis: Arina Nur Nilamsari

dipublikasikan pada 18 Oktober 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *