DEW Direktori Indonesia

Mengulas Pendidikan dan Teknologi

Pentingnya Suatu Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter merupakan suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter (ciri-ciri) kepada lembaga pendidikan yang meliputi komponen pengetahuan, kemauan, dan tindakan untuk melakukan nilai-nilai yang ada, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, orang lain, serta diri sendiri.

Proses dari nilai-nilai karakter pribadi dan bangsa dilakukan secara bertahap dengan prinsip :

– Integritas, antara pendidik, metode pendidikan, peserta didik, dan lain sebagainya sebagai suatu sistem yang bertujuan untuk mencapai individu berkarakter.

– Tahapan secara runtut dan sistematis dengan berdasarkan proses psikologis peserta didik terhadap sikap berkarakter.

– Keterbukaan antara peserta didik dengan yang lain agar lebih mengarah pada sikap berkarakter, dan

– pembinaan yang secara berlangsung terus menerus dengan menyediakan tempat untuk semua jenjang pendidikan.

Untuk melakukan pendidikan karakter diperlukan pendidik yang sifatnya tulus, sabar, dan penuh komitmen dalam mengajarkan karakter pada peserta didiknya. Namun, dalam perkembangan sekarang untuk mendapatkan pendidik semacam itu secara umum susah kecuali pendidik yang aktif dalam pembinaan Pramuka. Kata Ir. Soekarno bangsa Indonesia adalah bangsa yang religius, gotong-royong, ramah, dan tamah. Pada kenyataannya sekarang nampak kurang terjaga nilai-nilai itu semua.

Pendidikan karakter bangsa secara terintegrasi dalam pembelajaran dilakukan melalui proses yang baik dalam kelas maupun luar kelas. Maka, yang perlu dilakukan oleh pendidik pada peserta didik adalah :

1. Mengenalkan nilai-nilai karakter bangsa yang selama ini di pandang positif.

2. Memfasilitasi kesadaran akan pentingnya nilai-nilai yang dimaksud.

3. Menerapkan nilai-nilai kedalam tingkah laku peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.

Mengapa karakter penting bagi kita dan bangsa? Karena karakter merupakan kunci bagi kita dan bangsa untuk mencapai nasib. Dengan demikian dapat dipahami jika kita ingin mendapat nasib yang baik, maks berkarakter menjadi pribadi yang baik pula . Karena kebaikan tidak selalu sama dengan apa yang dicapai saat itu, tetapi memerlukan waktu, situasi, dan kondisi yang tepat. Sehingga kita bisa saja mendapatkan kebaikan sekarang, nanti, atau besok.

oleh Selviana via Kompasiana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *